All for Joomla All for Webmasters

Hal-Hal yang Dilarang di Dalam Masjid

Hal-Hal yang Dilarang di Dalam Masjid

1.Meludah

Rasulullah saw, Melarang umatnya untuk tidak meludah ketika di dalam masjid karena hukumnya adalah dosa. Hal ini sebagaimana yang telah disabdakan oleh Rasulullah saw. Yang berbunyi,”meludah di masjid adalah dosa, dan dendanya adalah menguruknya dengan tanah.” ( HR. Bukhari dan Muslilm).

2.Dilarang mengumumkan barang yang hilang

Jika barang kita hilang maka janganlah kita mengumumkan barang yang hilang tersebut di dalam masjid karena masjid dibangun hanya untuk tujuan-tujuan masjid. Tujuan-tujuan masjid disini misalkan berdzikir kepada Allah swt, dan membaca Al-Quran. Jika salah satu diantara teman kita mengumumkan barang yang hilang, maka kita boleh mendo’akan barang tersebut benar-benar hilang. Sebagaimana yang disabdakan oleh Rasulullah saw. Yang hadistnya berbunyi seperti ini: “sesungguhnya ada seorang lelaki mencari barang yang hilang di masjid dan berkata ”siapa yang melihat unta merahku? Maka Rasulullah saw. Bersabda: ”semoga kamu tidak menemukannya! Sesungguhnya masjid itu dibangun hanya untuk tujuan-tujuan masjid.”(HR.Muslim).

3.Dilarang jual beli.

Karena Allah sudah menempatkan seseuatu pada tempatnya. Jika kita tidak menempatkan seseuatu pada tempatnya berarti kita sama saja telah dzalim. Kembali kepada permasalan jual-beli di mesjid Allah,jika kita melihat dengan mata kepala sendiri ada seorang yang jual-beli didalam masjid maka kita juga boleh mendo’akan dia. Hal ini juga disabdakan oleh Rasulullah saw. Yang berbunyi seperti berikut: ”jika kalian melihat seseorang menjual atau membeli di dalam masjid, maka katakanlah: ”Semoga Allah tidak memberi keuntungan pada daganganmu!” . . . .( HR.Turmidzi dan ia berkata: “Hadist Hasan”).

4.Dilarang mengencangkan suara atau berteriak

Mengecangkan suara disini maksudnya adalah berteriak-teriak. Ada cerita yang mengenai hal ini namun cerita ini dikutip dari hadist Rasulullah saw. Ceritanya seperti ini: dan dari as-Sa’ib Ibn Yazid r.a, ia berkata: “Ketika aku ada di dalam masjid, tiba-tiba seseorang melempariku dengan kerikil kecil, maka aku menoleh ternyata Umar Ibn al-Khatab r.a beliau berkata: “ Pergi dan bawalah kepadaku dua orang ini!” lalu akupun pergi membawa keduanya menghadap beliau. Umar bertannya: “Dari man kamu berdua?” Mereka menjawab: “Dari Tha’if.” Umar berkata lagi: “Andaikan kalian penduduk sini, niscaya aku pukul kalian!, karena kalian berdua mengencangkan suara kalian dalam masjid Nabi saw.(HR. Bukhari).

Untuk Info Lebih Lanjut dapat menghubungi : 

sentramasjid

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 × 5 =

Show
Hide