All for Joomla All for Webmasters

Posts Taged ambal

Tips merawat karpet masjid yang tepat

Karpet yang kotor tak harus sering dicuci atau di bawa ke jasa laundry, terlebih jika karpet tersebut berupa karpet masjid yang tidak hanya berfungsi sebagai hiasan atau penyempurna interior masjid tetapi juga digunakan sebagai alas ibadah. Berikut adalah tips tips yang bisa diterapkan untuk tetap menjaga kebersihan karpet tanpa harus mencucinya.

Untuk menghilangkan bulu-bulu atau rambut yang menempel pada karpet, anda bisa membersihkannya dengan menggunakan sapu lidi atau sikat secara rutin.
pastikan sebelum menginjak karpet, keadaan kaki bersih dan kering. Karpet yang lembab yang basah adalah tempat yang sempurna untuk bersarangnya jamur yang akan membuat karpet menjadi bau
Apabila karpet sudah terlanjur mengeluarkan bau yang tidak sedap, segeralah jemur atau angin-anginkan agar sampai kering. Jangan menjemur langsung di bawah sinar matahari yang terik karena membuat warna karpet menjadi pudar.
Untuk kotor karpet yang tebal seperti tumpahan makanan atau tanah kering, gunakan lap kanebo yang sudah dibasahi dengan air lalu tekan pada kotoran tersebut, ulangi beberapa kali sampai kotoran benar-benar hilang.

Untuk Info Lebih Lanjut dapat menghubungi : 

Continue Reading

Tips membersihkan karpet masjid dengan cepat dan tepat

Karpet masjid yang digunakan setiap hari di masjid, mushola, surau atau langgar tentu saja harus dijaga kebersihannya. Selain untuk menjaga kenyamanan jamaah ketika ibadah serta untuk mencegar penularan penyakit seperti flu dan batuk yang bisa disebabkan oleh debu, virus dan bakteri yang menempel di karpet tersebut. Tak perlu membawa seluruh karpet ke loundry atau binatu, kita pun bisa membersihkan karpet masjid sendiri.

Berikut tips yang bisa diterapkan untuk mengembalikan karpet menjadi bersih seperti baru
1. Bentangkan karpet dilantai, lalu lakukan bersihkan debu yang menempel dengan menggunakan vacum cleaner, cara ini sangat penting dilakukan sebelum karpet dicuci karena kebanyakan dari kotoran di karpet adalah tumpukan debu yang menebal.
2. Kemudian bentangkan karpet di jemuran, pagar untuk menyangga karpet selama di besihkan. Pastikan posisi karpet sedikit miring gunaknya agar ketika dicuci aliran air akan lebih mudah mengalir dan mempermudah pengerjaan pembersihan.
3. Setelah itu, semprot karpet dengan air , usahakan menggunakan selang dengan tekanan air agar kotoran di karpet bisa benar-benar terlepas.
4. Setelah karpet basah, bubuhkan sabun atau cairan pembersih khusus karpet atau jika tidak ada bisa gunakan shampo bayi.
5. Sikatlah karpet tersebut dengan menggunakan sikat lembut, jangan menyikat terlalu keras karena dapat merontokkan bulu karpet dan membuat karpet kasar setelah kering.
6. pastikan semua bagian kotor karpet sudah disikat, setelahnya siramlah dengan air, ini berfungsi membilas karpet dan menghilangkan kotoran serta sisa sabun yang meungkin amsih tertinggal.
7. jemur dan keringkan karpet di tempat yang teduh serta tidak langsung terkena sinar matahari juga cukup sirkulasi udara. Selain untuk menjaga kualitas karpet, kondisi penjemuran yang baik juga bisa mencegah karpet menjadi bau.
8. Setelah karpet tersebut benar-benar kering, taburi karpet dengan baking soda untuk menghilangkan bau, dan tunggulan selama 30 menit bersihkan karpet lagi menggunakan vacum cleaner lagi.
9. anda bisa menyimpan karpet tersebut dengan cara menggulung atau melipat karpet sesuai lekukannya, kemudian masukan dalam plastik jiak belum ingin memakainya. Gunanya untuk mencegah karpet menjadi lembab dan kembali tertempel kotoran.

Untuk Info Lebih Lanjut dapat menghubungi : 

Continue Reading

Sejarah singkat karpet masjid

Dirangkum dalam beberapa catatan sejarah, karpet awalnya dibuat oleh masyarakat nomaden yaitu masyarakat yang hidupnya berpindah-pindah tempat. Maksudnya berpindah-pindah adalah masyarakat ini hidup dekat dengan tempat mereka mencari bahan makanan dan bertahan hidup seperti di pinggir sungai dan jika tempat tersebut dirasa sudah sedikit yang bisa dimanfaatkan, maka mereka akan pindah dan mencari tempat baru.

Dahulu Karpet-karpet kuno yang ditemukan umumnya masih dikerjakan secara manual dengan tangan dan menggunakan teknik simpul atau ikat. Seiring dengan perkembangan zaman, ternyata masyarakat persia sudah mahir dalam membuat karpet, hal ini terjadi sekitar abad ke-15. Dahulu karpet dibuat oleh kaum wanita. Mengapa demikian? Karena seorang wanita baru bisa menikah apabila ia sudah mampu dalam membuat karpet, karpet tersebut nantinya diberikan pada calon suaminya. Karena pembuatan karpet masih menggunakan peralatan yang sangat sederhana, sehingga prosesnya pun sangat lama bisa mencapai waktu 2-3 tahun. Tidak mengherankan apabila akhirnya harga jual karpet sangat mahal di pasaran. Hanya orang-orang terpandang saja yang memiliki karpet dan menggunakan karpet sebagai hiasan dinding atau alas duduk dirumahnya.

Saat ini karpet sudah di produksi secara masal, tak heran karpet bisa kita jumpai di toko-toko, kita juga bisa membelinya kapan saja, tak perlu memesannya dalam waktu yang lama. Tak hanya dirumah, karpet juga menjadi penghias ruangan di kantor, gedung pertemuan, ruang kerja bahkan tempat-tempat umum. Di rumah ibadah seperti masjid pun, karpet juga digunakan sebagai alas ketika melaksanakan ibadah seperti sholat, mengaji ataupun kegiatan amal lainnya. Saat ini karpet masjid tersedia dalam beberapa ukuran dan merk seperti ukuran 105 cm x 570 cm serta 120 cm x 600 cm.

Untuk Info Lebih Lanjut dapat menghubungi : 

Continue Reading
Show
Hide