All for Joomla All for Webmasters

Posts Taged masjid

Karpet Empuk Bikin Sujud Jadi Nyaman

Kenyamanan dalam beribadah merupakan salah satu faktor pendukung yang menyebabkan ibadah menjadi khusyuk.  Kenyamanan berasal dari beberapa aspek misalnya pakaian yang kita gunakan, tempat sholat maupun sarana ataupun sarana pendukung ibadah sholat.  salah satu hal yang dominan terdapat di dalam mushola atau masjid adalah karpet masjid.

Pemilihan karpet masjid tidak boleh dilakukan secara sembarangan, karena karpet yang nyaman membuat ibadah yang kita lakukan dapat menjadi lebih bermakna.   Untuk itu telah hadir karpet empuk yang membuat setiap sujud saat anda sholat terasa lebih berarti.

Dengan ketebalan dan kelembutannya, menjadikan karpet masjid tidak hanya memberikan ketenangan saat sholat tapi juga memberikan nuansa tersendiri yang dapat menambah nilai keindahan sebuah masjid.  Jadi jangan sampai anda salah pilih karpet masjid, tinggalkan karpet masjid anda yang tipis dan membuat gatal, beralihlah ke karpet masjid kami.   Sujud dan sholat makin nyaman dan tentram dengan karpet masjid yang kami tawarkan.  Karpet masjid kami tersedia dalam beberapa warna dan pilihan motif.

Untuk Info Lebih Lanjut dapat menghubungi : 

Continue Reading

Adab-Adab Ketika berada di dalam Masjid

Masjid adalah rumah Allah yang berada di atas bumi. Memiliki kedudukan yang agung di mata kaum muslimin karena menjadi tempat bersatunya mereka ketika shalat berjamaah dan kegiatan beribadah lainnya.

Niat beribadah kepada Allah SWR
Hendaknya seseorang yang ingin ke masjid mengikhlaskan niatnya sehingga Allah Ta’ala menerima ibadah yang ia lakukan di masjid. Hendaknya ia mendatangi masjid untuk menunaikan tugas seorang hamba yaitu beribadah kepada Allah Ta’ala tanpa dilandasi rasa ingin dipuji manusia atau ingin dilihat oleh masyarakat. Karena sesungguhnya setiap amalan itu tergantung dari niatnya.

Berpakaian yang sopan dan bersih
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata, “dalam ayat ini, Allah tidak hanya memerintahkan hambanya untuk menutup aurat, akan tetapi mereka diperintahkan pula untuk memakai perhiasan. Oleh karena itu hendaklah mereka memakai pakaian yang paling bagus ketika shalat”

Dan dijelaskan dalam kitab tafsir karangan Imam Ibnu Katsir rahimahullah, “berlandaskan ayat ini dan ayat yang semisalnya disunahkan berhias ketika akan shalat, lebih-lebih ketika hari Jumat dan hari raya. Termasuk perhiasan yaitu siwak dan parfum”

Menghindari Makanan Tidak Sedap Baunya
Maksudnya adalah larangan bagi seseorang yang makan makanan yang tidak sedap baunya, seperti mengonsumsi makanan yang menyebabkan mulut berbau, seperti bawang putih, bawang merah, jengkol, pete, dan termasuk juga merokok atau yang lainnya untuk menghadiri shalat jamaah.

Diriwayatkan dari Jabir radhiallahu’anhu bahwasanya Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda, “Barang siapa yang memakan dari tanaman ini (sejenis bawang dan semisalnya), maka janganlah ia mendekati masjid kami, karena sesungguhnya malaikat terganggu dengan bau tersebut, sebagaimana manusia”

Hadis tersebut bisa dibawa ke persamaan kepada segala sesuatu yang berbau tidak sedap yang bisa menganggu orang yang sedang shalat atau yang sedang beribadah lainnya. Namun jika seseorang sebelum ke masjid memakai sesuatu yang bisa mencegah bau yang tidak sedap tersebut dari dirinya seperti memakai pasta gigi dan lainnya, maka tidak ada larangan baginya setelah itu untuk menghadiri masjid.

menyegerakan Menuju masjid
menyegerakan menuju masjid merupakan salah satu ciri dari semangat seorang muslim untuk melakukan ibadah. Jika waktu shalat telah tiba, hendaklah kita bersegera menuju masjid karena di dalamnya terdapat ganjaran yang amat besar, berdasarkan hadis:

Dari Abu Hurairah radhiallahu’anhu bahwasanya Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda, “Seandainya manusia mengetahui keutamaan shaf pertama, dan tidaklah mereka bisa mendapatinya kecuali dengan berundi niscaya mereka akan berundi. Dan seandainya mereka mengetahui keutamaan bersegera menuju masjid niscaya mereka akan berlomba-lomba”

Berjalan Menuju Masjid Dengan Tenang dan Sopan
Hendaknya berjalan menuju shalat dengan khusyuk, tenang, dan tentram. Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam melarang umatnya berjalan menuju shalat secara tergesa-gesa walaupun shalat sudah didirikan. Abu Qatadah radhiallahu’anhu berkata, “Saat kami sedang shalat bersama Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam, tiba-tiba beliau mendengar suara kegaduhan beberapa orang. Sesudah menunaikan shalat beliau mengingatkan,

Shalat Tahiyatul Masjid
Shalat tahiyatul masjid adalah shalat dua rakaat sebelum duduk di dalam masjid. Tahiyatul masjid disyariatkan pada setiap waktu seseorang itu masuk masjid dan ingin duduk di dalamnya. Termasuk di dalamnya waktu-waktu yang terlarang untuk shalat, menurut sebagian pendapat kalangan ulama.

Mengagungkan Masjid
Bentuk pengagungan terhadap masjid berupa hendaknya seseorang tidak bersuara dengan suara yang tinggi, bermain-main, duduk dengan tidak sopan, atau meremehkan masjid. Hendaknya juga ia tidak duduk kecuali sudah dalam keadaan berwudhu untuk mengagungkan masjid.

Menuggu waktu Shalat Dengan Berdoa Dan Berdzikir
Imam Ibnu Qudamah rahimahullah berkata, “Setelah shalat dua rakaat hendaknya orang yang shalat untuk duduk menghadap kiblat dengan menyibukkan diri berdzikir kepada Allah, berdoa, membaca Alquran, atau diam dan janganlah ia membicarakan masalah duniawi belaka”

Anjuran Untuk Berpindah Tempat Ketika Merasa Ngantuk
Sebagaimana sabda Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam, “Jika salah seorang di antara kalian mengantuk, saat berada di masjid, maka hendaknya ia berpindah dari tempat duduknya ke tempat lain”

Menjaga dari Ucapan yang kasar dan kotor saat di Masjid
Tempat yang suci tentu tidak pantas kecuali untuk ucapan-ucapan yang suci dan terpuji pula. Oleh karena itu, tidak boleh bertengkar, berteriak-teriak, melantunkan syair yang tidak baik di masjid, dan yang semisalnya.

Tidak menghias masjid secara berlebihan
Dilarang berlebih-lebihan dalam menghias masjid karena hal itu menyelisihi sunnah Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam, “Apabila kalian telah menghiasi mushaf-mushaf kalian dan menghiasi masjid-masjid kalian, maka kehancuran akan menimpa kalian”. Beliau Shallallahu’alaihi Wasallam juga bersabda, “Di antara tanda-tanda hari kiamat adalah manusia berbangga-bangga dengan masjid”

Tidak Mengambil Tempat Khusus Di Masjid
Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam melarang seorang shalat seperti gagak mematuk, dan melarang duduk seperti duduknya binatang buas, dan mengambil tempat di masjid seperti unta mengambil tempat duduk [43]. Ibnu Hajar rahimahullah berkata, “hikmahnya adalah karena hal tersebut bisa mendorong kepada sifat pamer, riya, dan sumah, serta mengikat diri dengan adat dan ambisi. Demikian itu merupakan musibah. Maka dari itu, seorang hamba harus berusaha semaksimal mungkin agar tidak terjerumus ke dalamnya”

13.. Larangan Mengganggu Orang lain

Orang yang sedang menjalankan ibadah di dalam masjid membutuhkan ketenangan sehingga dilarang mengganggu kekhusyukan mereka, baik dengan ucapan maupun perbuatan. Di antara kesalahan yang sering terjadi, membaca ayat secara nyaring di masjid sehingga mengganggu shalat dan bacaan orang lain.

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda, “Ketahuilah, kalian semua sedang bermunajat kepada Allah, maka janganlah saling mengganggu satu sama lain. Janganlah kalian mengeraskan suara dalam membaca Alquran”

Larangan Berteriak Dan Membuat Gaduh di Masjid
Sebab, masjid dibangun bukan untuk ini. Demikian pula mengganggu dengan obrolan yang keras. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Ketahuilah bahwa setiap kalian sedang bermunajat (berbisik-bisik) dengan Rabbnya. Maka dari itu, janganlah sebagian kalian menyakiti yang lain dan janganlah mengeraskan bacaan atas yang lain”

15. Larangan Lewat di Depan Orang Shalat

Yang terlarang adalah lewat di depan orang yang shalat sendirian atau di depan imam. Adapun jika lewat di depan makmum maka tidak mengapa. Hal ini didasari oleh perbuatan Ibnu Abbas radhiallahu’anhu ketika beliau menginjak usia balig. Beliau pernah lewat di sela-sela shaf jamaah yang diimami oleh Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam dengan menunggangi keledai betina, lalu turun melepaskan keledainya baru kemudian beliau bergabung dalam shaf. Dan tidak ada seorang pun yang mengingkari perbuatan tersebut. Namun demikian, sebaiknya memilih jalan lain agar tidak lewat di depan shaf makmum

16. Keluar Masjid Dengan Mendahulukan Kaki Kiri Dan Membaca Doa

Apabila keluar masjid, hendaklah kita mendahulukan kaki kiri seraya berdoa.

Untuk Info Lebih Lanjut dapat menghubungi : 

Continue Reading

Keutamaan sholat berjamaah di masjid

Berikut ini beberapa keutamaan shalat berjamaah.

Memenuhi panggilan adzan dengan niat untuk melaksanakan shalat berjamaahn di masjid
Menyegerakan shalat di awal waktu.
Membaca doa saat masuk ke masjid sambil berdoa.
Melaksanakan shalat tahiyyatul masjid ketika masuk masjid.
Malaikat memanjatkan doa serta permohonan ampun untuknya.
Malaikat menyaksikan ia sholat berjamaah
Memenuhi panggilan iqomat.
Terjaga dari gangguan setan karena saat iqomat setan akan lari.
Merapatkan shaf dan menutup celah (bagi setan).
Akan memperoleh kekhusyukan dan sikap kelalaian.
Mendapatkan naungan dari malaikat.
Melatih untuk memperbaiki bacaan al-qur’an.
Menampakkan syiar islam.
Membuat marah setan karena saat sholat berjamaah kita terhindar dari rasa malas untuk sholat.
Menjalin silaturahmi sesama muslim
Menjawab salam dari imam.
Tenang dan mendengarkan dengan saksama bacaan imam serta mengucapkan “amiin” saat imam membaca “amiin”, agar bertepatan dengan ucapan amin para malaikat.

Untuk Info Lebih Lanjut dapat menghubungi : 

Continue Reading

Tips merawat karpet masjid yang tepat

Karpet yang kotor tak harus sering dicuci atau di bawa ke jasa laundry, terlebih jika karpet tersebut berupa karpet masjid yang tidak hanya berfungsi sebagai hiasan atau penyempurna interior masjid tetapi juga digunakan sebagai alas ibadah. Berikut adalah tips tips yang bisa diterapkan untuk tetap menjaga kebersihan karpet tanpa harus mencucinya.

Untuk menghilangkan bulu-bulu atau rambut yang menempel pada karpet, anda bisa membersihkannya dengan menggunakan sapu lidi atau sikat secara rutin.
pastikan sebelum menginjak karpet, keadaan kaki bersih dan kering. Karpet yang lembab yang basah adalah tempat yang sempurna untuk bersarangnya jamur yang akan membuat karpet menjadi bau
Apabila karpet sudah terlanjur mengeluarkan bau yang tidak sedap, segeralah jemur atau angin-anginkan agar sampai kering. Jangan menjemur langsung di bawah sinar matahari yang terik karena membuat warna karpet menjadi pudar.
Untuk kotor karpet yang tebal seperti tumpahan makanan atau tanah kering, gunakan lap kanebo yang sudah dibasahi dengan air lalu tekan pada kotoran tersebut, ulangi beberapa kali sampai kotoran benar-benar hilang.

Untuk Info Lebih Lanjut dapat menghubungi : 

Continue Reading

Mengapa kita perlu mendengarkan ceramah dari ustadz atau ustadzah ?

Mengapa kita memiliki satu mulut dan dua telinga? Filosofi ini sangat mendasar, jawabannya pun sangat sederhana, hal itu bertujuan agar kita lebih banyak mendengar daripada berbicara. Mendengarkan sangat penting, apalagi kalau mendengarkan hal-hal baik yang positif dan memberikan dampak penting untuk kehidupan kita saat ini dan masa mendatang. Misalnya saja mendengarkan nasehat orang tua, guru bahkan ulama seperti ustadz atau ustadzah.

Banyak sekali ustad atau ustadzah yang sering kita lihat wara-wiri di televisi misalnya adalah Ustad Yusuf Mansur, Aa Gym, Ustad Felix Siauw, ustad maulana, mamah dedeh dan Ustad Syafiq Reza Basalamah. Tapi mengapa kita perlu mendengar ceramah atau tausiah mereka? mendengarkan mereka adalah sebuah keberuntungan yang menyejukkan hati, karena hal yang disampaikan mereka adalah kebaikan yang perlu untuk kita ketahui.
setiap orang pasti memiliki permasahalan hidup yang dihadapinya entah itu dengan orang lain ataupund engan dirinya sendiri. Untuk menyelesaikan masalah tersebut, terkadang kita memerlukan saran dan pencerahan dari orang lain mungkin bisa kita dengar lewat ceramah para ulama. Tak hanya permasalahan dunia tapi juga akhirat. Ceramah juga selalu mengajarkan semua kebaikan agar kita tidak mudah untuk mengikuti nafsu dan keinginan diri sendiri.

Mendengarkan ceramah juga bisa saja memberikan inspirasi atau pencerahan kepada kita untuk melakukan hal-hal yang mugnkin saja dahulu belum pernah teralisasi. Mislanya ketika mendengarkan ceramah tentang sedekah, kita tergugah dan akhirnya ikut memberikan sebagian kecil dari jumlah harta kita kepada orang lain yang membutuhkan.

Untuk Info Lebih Lanjut dapat menghubungi : 

Continue Reading

Hal-Hal yang Dilarang di Dalam Masjid

1.Meludah

Rasulullah saw, Melarang umatnya untuk tidak meludah ketika di dalam masjid karena hukumnya adalah dosa. Hal ini sebagaimana yang telah disabdakan oleh Rasulullah saw. Yang berbunyi,”meludah di masjid adalah dosa, dan dendanya adalah menguruknya dengan tanah.” ( HR. Bukhari dan Muslilm).

2.Dilarang mengumumkan barang yang hilang

Jika barang kita hilang maka janganlah kita mengumumkan barang yang hilang tersebut di dalam masjid karena masjid dibangun hanya untuk tujuan-tujuan masjid. Tujuan-tujuan masjid disini misalkan berdzikir kepada Allah swt, dan membaca Al-Quran. Jika salah satu diantara teman kita mengumumkan barang yang hilang, maka kita boleh mendo’akan barang tersebut benar-benar hilang. Sebagaimana yang disabdakan oleh Rasulullah saw. Yang hadistnya berbunyi seperti ini: “sesungguhnya ada seorang lelaki mencari barang yang hilang di masjid dan berkata ”siapa yang melihat unta merahku? Maka Rasulullah saw. Bersabda: ”semoga kamu tidak menemukannya! Sesungguhnya masjid itu dibangun hanya untuk tujuan-tujuan masjid.”(HR.Muslim).

3.Dilarang jual beli.

Karena Allah sudah menempatkan seseuatu pada tempatnya. Jika kita tidak menempatkan seseuatu pada tempatnya berarti kita sama saja telah dzalim. Kembali kepada permasalan jual-beli di mesjid Allah,jika kita melihat dengan mata kepala sendiri ada seorang yang jual-beli didalam masjid maka kita juga boleh mendo’akan dia. Hal ini juga disabdakan oleh Rasulullah saw. Yang berbunyi seperti berikut: ”jika kalian melihat seseorang menjual atau membeli di dalam masjid, maka katakanlah: ”Semoga Allah tidak memberi keuntungan pada daganganmu!” . . . .( HR.Turmidzi dan ia berkata: “Hadist Hasan”).

4.Dilarang mengencangkan suara atau berteriak

Mengecangkan suara disini maksudnya adalah berteriak-teriak. Ada cerita yang mengenai hal ini namun cerita ini dikutip dari hadist Rasulullah saw. Ceritanya seperti ini: dan dari as-Sa’ib Ibn Yazid r.a, ia berkata: “Ketika aku ada di dalam masjid, tiba-tiba seseorang melempariku dengan kerikil kecil, maka aku menoleh ternyata Umar Ibn al-Khatab r.a beliau berkata: “ Pergi dan bawalah kepadaku dua orang ini!” lalu akupun pergi membawa keduanya menghadap beliau. Umar bertannya: “Dari man kamu berdua?” Mereka menjawab: “Dari Tha’if.” Umar berkata lagi: “Andaikan kalian penduduk sini, niscaya aku pukul kalian!, karena kalian berdua mengencangkan suara kalian dalam masjid Nabi saw.(HR. Bukhari).

Untuk Info Lebih Lanjut dapat menghubungi : 

Continue Reading

Keutamaan kita saat Menjawab Adzan

Menjawab adzan adalah salah satu faktor masuk surga

إِذَا قَالَ الْمُؤَذِّنُ: اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ، فَقَالَ أَحَدُكُمْ: اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ، ثُمَّ قَالَ: أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ، قَالَ: أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ، ثُمَّ قَالَ: أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللهِ قَالَ: أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللهِ، ثُمَّ قَالَ: حَيَّ عَلَى الصَّلَاةِ، قَالَ: لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ، ثُمَّ قَالَ: حَيَّ عَلَى الْفَلَاحِ، قَالَ: لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ، ثُمَّ قَالَ: اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ، قَالَ: اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ، ثُمَّ قَالَ: لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ، قَالَ: لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ مِنْ قَلْبِهِ دَخَلَ الْجَنَّةَ

“Apabila muadzin mengucapkan Allohu Akbar, Allohu Akbar maka salah seorang dari kalian menjawab Allohu Akbar, Allohu Akbar. Lalu apabila muadzin mengucapkan Asyhadu alla ilaaha illalloh maka salah seorang dari kalian menjawab Asyhadu allaa ilaaha illalloh. Apabila Muadzin mengucapkan Asyhadu anna muhammadar rosuululloh maka salah seorang dari kalian menjawab Asyhadu anna muhammadar rosuululloh. Apabila muadzin mengucapkan Hayya ala ash-shalah maka salah seorang dari kalian menjawab Laa haula walaa quwwata illaa bilaah. Apabila muadzin mengucapkan Hayya ‘ala al falaah, maka salah seorang dari kalian menjawab Laa haula walaa auwwata illaa billaah. Apabila muadzin mengucapkan Allohu Akbar, Allohu Akbar maka salah seorang dari kalian menjawab Allohu Akbar, Allohu Akbar. Apabila muadzin mengucapkan, Laa ilaahaa illalloh dia menjawab, Laa ilaaha illallohu dengan setulus hatinya, maka ia akan masuk surga.”(HR. Muslim)

Menjawab adzan adalah sebab diampuninya dosa-dosa

مَنْ قَالَ حِينَ يَسْمَعُ الْمُؤَذِّنَ أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، رَضِيتُ بِاللهِ رَبًّا وَبِمُحَمَّدٍ رَسُولًا، وَبِالْإِسْلَامِ دِينًا، غُفِرَ لَهُ ذَنْبُهُ

“Barang siapa ketika mendengar muadzin mengucapkan Asyhadu allaa ilaaha illallohu wahdahuu laa syarikalah, wa anna muhammadan ‘abduhu wa rasuuluh. Radhitu billahi rabba, wa bimuhammadin rasuula, wabil islami diina (Saya bersaksi bahwa tiada tuhan selain Alloh, Dialah tuhan satu-satunya, tiada sekutu baginya. Dan bahwasanya Muhammad adalah hamba Alloh dan utusan-Nya, saya rela Alloh sebagai tuhan, Muhammad sebagai Rasul, dan Islam sebagai agama), maka dosanya akan diampuni” (HR. Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi, Nasa’i, Ibnu Majah, Ahmad)

Menjawab adzan adalah kepatuhan kepada Rasululloh

إِذَا سَمِعْتُمُ النِّدَاءَ، فَقُولُوا مِثْلَ مَا يَقُولُ الْمُؤَذِّنُ

“Jika kalian mendengar adzan, maka ucapkanlah seperti yang diucapkan muadzin” (HR. Bukhari, HR. Muslim)

Manjawab adzan adalah salah satu sebab diraihnya syafa’at

إِذَا سَمِعْتُمُ الْمُؤَذِّنَ، فَقُولُوا مِثْلَ مَا يَقُولُ ثُمَّ صَلُّوا عَلَيَّ، فَإِنَّهُ مَنْ صَلَّى عَلَيَّ صَلَاةً صَلَّى الله عَلَيْهِ بِهَا عَشْرًا، ثُمَّ سَلُوا اللهَ لِيَ الْوَسِيلَةَ، فَإِنَّهَا مَنْزِلَةٌ فِي الْجَنَّةِ، لَا تَنْبَغِي إِلَّا لِعَبْدٍ مِنْ عِبَادِ اللهِ، وَأَرْجُو أَنْ أَكُونَ أَنَا هُوَ، فَمَنْ سَأَلَ لِي الْوَسِيلَةَ حَلَّتْ لَهُ الشَّفَاعَةُ

“Apabila kamu sekalian mendengar muadzin, maka ucapkanlah seperti apa yang diucapkannya, kemudian bacalah shalawat kepadaku. Karena barangsiapa membaca shatawat untukku satu kali, maka Alloh membalasnya dengan sepuluh shalawat. Lalu mintakanlah kepada Alloh Wasilah untukku. Wasilah adalah sebuah kedudukan di surga yang tidak layak kecuali bagi hamba Alloh dan aku berharap agar aku adalah hamba Alloh tersebut. Barangsiapa memintakan wasilah untukku, maka ia mendapat syafaatku” (HR. Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi, Nasa’i, Ahmad)

Berdo’a setelah adzan

اللَّهُمَّ رَبَّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ وَالصَّلاَةِ الْقَائِمَةِ آتِ مُحَمَّدًا الْوَسِيلَةَ وَالْفَضِيلَةَ وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُودًا الَّذِى وَعَدْتَهُ

“Ya Alloh, Tuhan Pemilik panggilan yang sempurna (adzan) ini dan shalat (wajib) yang didirikan. Berilah Al-Wasilah (derajat di Surga, yang tidak akan diberikan selain kepada Nabi Sholallohu’alaihi wa sallam) dan fadhilah kepada Muhammad. Dan bangkitkanlah beliau sehingga bisa menempati maqam terpuji yang telah Engkau janjikan” (HR. Bukhari)

Untuk Info Lebih Lanjut dapat menghubungi : 

Continue Reading
Show
Hide