All for Joomla All for Webmasters

Posts Taged sholat

Karpet Empuk Bikin Sujud Jadi Nyaman

Kenyamanan dalam beribadah merupakan salah satu faktor pendukung yang menyebabkan ibadah menjadi khusyuk.  Kenyamanan berasal dari beberapa aspek misalnya pakaian yang kita gunakan, tempat sholat maupun sarana ataupun sarana pendukung ibadah sholat.  salah satu hal yang dominan terdapat di dalam mushola atau masjid adalah karpet masjid.

Pemilihan karpet masjid tidak boleh dilakukan secara sembarangan, karena karpet yang nyaman membuat ibadah yang kita lakukan dapat menjadi lebih bermakna.   Untuk itu telah hadir karpet empuk yang membuat setiap sujud saat anda sholat terasa lebih berarti.

Dengan ketebalan dan kelembutannya, menjadikan karpet masjid tidak hanya memberikan ketenangan saat sholat tapi juga memberikan nuansa tersendiri yang dapat menambah nilai keindahan sebuah masjid.  Jadi jangan sampai anda salah pilih karpet masjid, tinggalkan karpet masjid anda yang tipis dan membuat gatal, beralihlah ke karpet masjid kami.   Sujud dan sholat makin nyaman dan tentram dengan karpet masjid yang kami tawarkan.  Karpet masjid kami tersedia dalam beberapa warna dan pilihan motif.

Untuk Info Lebih Lanjut dapat menghubungi : 

Continue Reading

Keutamaan sholat berjamaah di masjid

Berikut ini beberapa keutamaan shalat berjamaah.

Memenuhi panggilan adzan dengan niat untuk melaksanakan shalat berjamaahn di masjid
Menyegerakan shalat di awal waktu.
Membaca doa saat masuk ke masjid sambil berdoa.
Melaksanakan shalat tahiyyatul masjid ketika masuk masjid.
Malaikat memanjatkan doa serta permohonan ampun untuknya.
Malaikat menyaksikan ia sholat berjamaah
Memenuhi panggilan iqomat.
Terjaga dari gangguan setan karena saat iqomat setan akan lari.
Merapatkan shaf dan menutup celah (bagi setan).
Akan memperoleh kekhusyukan dan sikap kelalaian.
Mendapatkan naungan dari malaikat.
Melatih untuk memperbaiki bacaan al-qur’an.
Menampakkan syiar islam.
Membuat marah setan karena saat sholat berjamaah kita terhindar dari rasa malas untuk sholat.
Menjalin silaturahmi sesama muslim
Menjawab salam dari imam.
Tenang dan mendengarkan dengan saksama bacaan imam serta mengucapkan “amiin” saat imam membaca “amiin”, agar bertepatan dengan ucapan amin para malaikat.

Untuk Info Lebih Lanjut dapat menghubungi : 

Continue Reading

Keutamaan kita saat Menjawab Adzan

Menjawab adzan adalah salah satu faktor masuk surga

إِذَا قَالَ الْمُؤَذِّنُ: اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ، فَقَالَ أَحَدُكُمْ: اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ، ثُمَّ قَالَ: أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ، قَالَ: أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ، ثُمَّ قَالَ: أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللهِ قَالَ: أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللهِ، ثُمَّ قَالَ: حَيَّ عَلَى الصَّلَاةِ، قَالَ: لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ، ثُمَّ قَالَ: حَيَّ عَلَى الْفَلَاحِ، قَالَ: لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ، ثُمَّ قَالَ: اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ، قَالَ: اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ، ثُمَّ قَالَ: لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ، قَالَ: لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ مِنْ قَلْبِهِ دَخَلَ الْجَنَّةَ

“Apabila muadzin mengucapkan Allohu Akbar, Allohu Akbar maka salah seorang dari kalian menjawab Allohu Akbar, Allohu Akbar. Lalu apabila muadzin mengucapkan Asyhadu alla ilaaha illalloh maka salah seorang dari kalian menjawab Asyhadu allaa ilaaha illalloh. Apabila Muadzin mengucapkan Asyhadu anna muhammadar rosuululloh maka salah seorang dari kalian menjawab Asyhadu anna muhammadar rosuululloh. Apabila muadzin mengucapkan Hayya ala ash-shalah maka salah seorang dari kalian menjawab Laa haula walaa quwwata illaa bilaah. Apabila muadzin mengucapkan Hayya ‘ala al falaah, maka salah seorang dari kalian menjawab Laa haula walaa auwwata illaa billaah. Apabila muadzin mengucapkan Allohu Akbar, Allohu Akbar maka salah seorang dari kalian menjawab Allohu Akbar, Allohu Akbar. Apabila muadzin mengucapkan, Laa ilaahaa illalloh dia menjawab, Laa ilaaha illallohu dengan setulus hatinya, maka ia akan masuk surga.”(HR. Muslim)

Menjawab adzan adalah sebab diampuninya dosa-dosa

مَنْ قَالَ حِينَ يَسْمَعُ الْمُؤَذِّنَ أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، رَضِيتُ بِاللهِ رَبًّا وَبِمُحَمَّدٍ رَسُولًا، وَبِالْإِسْلَامِ دِينًا، غُفِرَ لَهُ ذَنْبُهُ

“Barang siapa ketika mendengar muadzin mengucapkan Asyhadu allaa ilaaha illallohu wahdahuu laa syarikalah, wa anna muhammadan ‘abduhu wa rasuuluh. Radhitu billahi rabba, wa bimuhammadin rasuula, wabil islami diina (Saya bersaksi bahwa tiada tuhan selain Alloh, Dialah tuhan satu-satunya, tiada sekutu baginya. Dan bahwasanya Muhammad adalah hamba Alloh dan utusan-Nya, saya rela Alloh sebagai tuhan, Muhammad sebagai Rasul, dan Islam sebagai agama), maka dosanya akan diampuni” (HR. Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi, Nasa’i, Ibnu Majah, Ahmad)

Menjawab adzan adalah kepatuhan kepada Rasululloh

إِذَا سَمِعْتُمُ النِّدَاءَ، فَقُولُوا مِثْلَ مَا يَقُولُ الْمُؤَذِّنُ

“Jika kalian mendengar adzan, maka ucapkanlah seperti yang diucapkan muadzin” (HR. Bukhari, HR. Muslim)

Manjawab adzan adalah salah satu sebab diraihnya syafa’at

إِذَا سَمِعْتُمُ الْمُؤَذِّنَ، فَقُولُوا مِثْلَ مَا يَقُولُ ثُمَّ صَلُّوا عَلَيَّ، فَإِنَّهُ مَنْ صَلَّى عَلَيَّ صَلَاةً صَلَّى الله عَلَيْهِ بِهَا عَشْرًا، ثُمَّ سَلُوا اللهَ لِيَ الْوَسِيلَةَ، فَإِنَّهَا مَنْزِلَةٌ فِي الْجَنَّةِ، لَا تَنْبَغِي إِلَّا لِعَبْدٍ مِنْ عِبَادِ اللهِ، وَأَرْجُو أَنْ أَكُونَ أَنَا هُوَ، فَمَنْ سَأَلَ لِي الْوَسِيلَةَ حَلَّتْ لَهُ الشَّفَاعَةُ

“Apabila kamu sekalian mendengar muadzin, maka ucapkanlah seperti apa yang diucapkannya, kemudian bacalah shalawat kepadaku. Karena barangsiapa membaca shatawat untukku satu kali, maka Alloh membalasnya dengan sepuluh shalawat. Lalu mintakanlah kepada Alloh Wasilah untukku. Wasilah adalah sebuah kedudukan di surga yang tidak layak kecuali bagi hamba Alloh dan aku berharap agar aku adalah hamba Alloh tersebut. Barangsiapa memintakan wasilah untukku, maka ia mendapat syafaatku” (HR. Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi, Nasa’i, Ahmad)

Berdo’a setelah adzan

اللَّهُمَّ رَبَّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ وَالصَّلاَةِ الْقَائِمَةِ آتِ مُحَمَّدًا الْوَسِيلَةَ وَالْفَضِيلَةَ وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُودًا الَّذِى وَعَدْتَهُ

“Ya Alloh, Tuhan Pemilik panggilan yang sempurna (adzan) ini dan shalat (wajib) yang didirikan. Berilah Al-Wasilah (derajat di Surga, yang tidak akan diberikan selain kepada Nabi Sholallohu’alaihi wa sallam) dan fadhilah kepada Muhammad. Dan bangkitkanlah beliau sehingga bisa menempati maqam terpuji yang telah Engkau janjikan” (HR. Bukhari)

Untuk Info Lebih Lanjut dapat menghubungi : 

Continue Reading

Keutamaan mengumandang Adzan

Diriwayatkan oleh Abu Hurairah Radhiallohu’anhu, bahwa Rasululloh Sholallohu’alaihi wa sallam pernah bersabda:

لَوْ يَعْلَمُ النَّاسُ مَا فِى النِّدَاءِ وَالصَّفِّ الأَوَّلِ ، ثُمَّ لَمْ يَجِدُوا إِلاَّ أَنْ يَسْتَهِمُوا عَلَيْهِ لاَسْتَهَمُوا

“Seandainya manusia mengetahui pahala yang terdapat dalam adzan dan shaf pertama, kemudian mereka tidak mendapatkan kecuali diundi, niscaya mereka melakukannya” (HR. Bukhari dan HR. Muslim)

Dosa seorang Muadzin diampuni sepanjang suaranya, dan mendapat pahala sholat orang yang bersamanya, dijelasakan pula oleh Rasululloh Sholallohu’alaihi wa sallam dengan sabda:

الْمُؤَذِّنُ يُغْفَرُ لَهُ مَدََّ صَوْتِهِ وَأَجْرُهُ مِثْلُ أَجْرِ مَنْ صَلَّى مَعَهُ

“Muadzin diampuni dosanya sepanjang suaranya, dan pahalanya seperti pahala orang yang sholat bersamanya” (HR. Thabrani dalam Mu’jam Al-Kabir dan dishahihkan Al-Albani dalam Shahih at-Targhib)

Manusia yang paling panjang lehernya di hari kiamat

الْمُؤَذِّنُونَ أَطْوَلُ النَّاسِ أَعْنَاقًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ

“Para muadzin adalah manusia yang paling panjang lehernya pada hari kiamat” (HR. Muslim)

Manusia dan Jin yang mendengarkan adzan akan memberi kesaksian untuk seorang muadzin

أَنَّ أَبَا سَعِيدٍ الْخُدْرِيَّ قَالَ لَهُ:إِنِّي أَرَاكَ تُحِبُّ الْغَنَمَ وَالْبَادِيَةَ، فَإِذَا كُنْتَ فِي غَنَمِكَ، أَوْ بَادِيَتِكَ، فَأَذَّنْتَ بِالصَّلَاةِ، فَارْفَعْ صَوْتَكَ بِالنِّدَاءِ، فَإِنَّهُ لَا يَسْمَعُ مَدَى صَوْتِ الْمُؤَذِّنِ جِنٌّ وَلَا إِنْسٌ، وَلَا شَيْءٌ، إِلَّا شَهِدَ لَهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

“Bahwa Abu Said al-Khudri Radhiallohu’anhu berkata kepadanya, ‘Aku melihatmu menyukai domba dan kehidupan pedalaman, jika kamu bersama dombamu atau di daerahmu, lalu kamu (mengumandangkan) adzan untuk shalat maka keraskanlah suaramu dengan adzan tersebut karena gema suara muadzin tidaklah didengar oleh jin atau manusia atau sesuatu pun kecuali ia memberi kesaksian untuknya pada Hari Kiamat” (HR. Malik dalam Al-Muwatha, Bukhari, an-Nasa”i dan Ibnu Majah)

Muadzin akan masuk surga

كُنَّا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّ اللَّهُ عَلَيهِ وَ سَلَّم بِتَلَعَاتِ النَّخْلِ ، فَقَامَ بِلاَلٌ يُنَادِي، فَلَمَّ سَكَتَ، قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّ اللَّهُ عَلَيهِ وَ سَلَّم: مَنْ قَالَ مِثْلَ هَذَا يَقِينً دَخَلَ الْجَنَّةَ

“Kami bersama Rasululloh Sholallohu’alaihi wa sallam, lalu Bilal berdiri mengumandangkan adzan. Ketika selesai Rasulullah Sholallohu’alaihi wa sallam bersabda, ‘Barangsiapa mengucapkan seperti ini dengan yakin niscaya dia masuk surga”. (HR. Ibnu Hibban dan Nasa’i; Dishahihkan Al-Albani dalam Shahih wa Targhib)

مَنْ أَذَّنَ ثِنْتَيْ عَشْرَةَ سَنَةً وَجَبَتْ لَهُ الْجَنَّةُ، وَكُتِبَ لَهُ بِتَأْذِينِهِ فِي كُلِّ يَوْمٍ سِتُّونَ حَسَنَةً، وَلِكُلِّ إِقَامَةٍ ثَلَاثُونَ حَسَنَةً

“Barangsiapa beradzan selama 12 tahun, maka wajib baginya surga, dan dicatat untuknya pahala adzannya dalam setiap hari sebanyak 60 kebajikan, serta pahala iqomahnya sebanyak 30 kebajikan” (HR. Ibnu Majah, Hakim dan Thabrani, Dishahihkan Al-Albani dalam Ash-Shahihah)

Untuk Info Lebih Lanjut dapat menghubungi : 

Continue Reading
Show
Hide